Kartun Muhammad: Representasi Islamofobia di Indonesia?

Oleh: Ordinary Kid

Si tikus yang pengecut
Atas nama serigala,
Menghina singa,
Memprovokasi serigala,
Kata-katanya yang dibalut retorika,
Mulutnya yang diselimuti busa,
Mencoba menarik simpati serigala bermental tikus,
Singa yang tidur dengan lelapnya,
Terusik lagi,

Kartun Muhammad muncul [lagi]. Apakah sebuah bukti nyata adanya penyakit Islamofobia (baca:anti Islam-red) di Indonesia? Runnymede Trust, seorang Inggris mendefinisikan Islamofobia sebagai:

rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga kepada semua muslim.Β (Islamophobia: A Challenge for Us All, 1997).

Sebenarnya istilah ini sudah ada sejak 1980-an, tetapi menjadi lebih populer pasca peristiwa 11 September 2001. Islamofobia meningkat secara rapid di Amerika Serikat dan Eropa. Beberapa tahun silam, koran terbesar di Denmark, Jyllen-Posten menghina Nabi Muhammad SAW yang divisualisasikan lewat sebuah karikatur atas nama kebebasan pers. Begitupula, seorang politisi Belanda, Geert Wilders, meluncurkan film berdurasi pendek yang diberi judul Fitna, yang kembali memancing amarah umat Islam.

Penyakit kronis ini coba disebarkan kepada orang-orang yang awam tentang Islam atau kepada orang-orang yang hanya memandang Islam dari sisi hitam, oleh karena pikiran yang dangkal akan pengetahuan tentang Islam. Melihat secara artifisial, bukan substansi.

Jika kita sedikit jeli, sebenarnya penyebarnya [islamofobiers] adalah orang-orang yang merasa dirinya terancam akan semakin kuatnya eksistensi Islam di tempat mereka dan mereka tidak senang jika Islam semakin menancapkan taringnya di tempat mereka. Di Belanda contohnya, video yang dikeluarkan oleh anggota parlemen Belanda tersebut [Geert Wilders] sebenarnya merupakan sebuah ekspresi kekhawatiran meningkatnya perkembangan Islam yang begitu pesat dan menurunnya penyakit islamofobia secara drastis di negeri Kincir Angin tersebut. Dan mungkin bisa juga ditebak motif orang yang mengekspresikan ketidaksenanganya tersebut lewat blog [sekali lagi mungkin].

Komik Rasulullah yang dibuat di lapotuak.wordpress.com sebenarnya hanya salah satu buih yang tersebar di lautan blogosphere [yang ketahuan saja]. Saya adalah orang yang jarang melakukan blogwalking, tetapi setiap melakukannya selalu saja saya menemukan blog-blog yang sejenis. Jadi, saya tidak setuju bahwa peng-kartun-an tersebut lebih didasarkan pada motif ekonomi [Adsense, etc]. Dilihat dari cara mereka mengkonstruksi sebuah argumentasi dan komentar-komentar yang tidak main-main [serius], rasanya sebuah ihwal yang tidak mungkin tidak sengaja. Orang-orang yang menggunakan asumsi seperti itu -alasan ekonomi- sebenarnya hanya mencoba menyiram sedikit air kepada api yang panas. Mencoba merekonstruksi religion pluralism consept [konsep pluralisme agama] yang ternyata menyembunyikan api dalam sekam.

Tak pelak, kebencian mereka (islamofobiers) yang divisualisasikan secara vulgar di muka publik [dalam kasus ini melalui wordpress.com] itu, menyulut api kemarahan umat Islam. Kerukunan yang sudah dibangun puluhan tahun di negeri ini ternyata mencoba diusik oleh orang-orang pandir dengan provokasi yang penuh dengan retorika. Janganlah keharmonisan yang telah terjaga dengan seimbang di bumi pertiwi ini dirusak oleh serigala-serigala bermental tikus.

Semoga reaksi umat Islam kali ini tidak menyerupai reaksi rakyat Indonesia [kita] saat tetangga kita, Malaysia yang mengklaim bahwa beberapa kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan mereka. Alih-alih ingin menunjukkan rasa nasionalisme [kecintaan terhadap tanah air], yang ada hanyalah omong kosong belaka. Padahal, orang-orang yang menentang kelakuan Malaysia tersebut atau meneriak-neriakan “Ganyang Malaysia” dengan lantangnya, belum tentu mereka adalah orang-orang yang giat melestarikan kebudayaan asli tanah air. Bisa jadi mereka lebih menggilai musik-musik Barat [pop, rock, punk, etc] dengan mengabaikan musik-musik daerah [keroncong, angklung, etc]. Tetapi, peristiwa ini [kartun Muhammad] hendaknya dijadikan sebagai sebuah momentum untuk lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya, dengan mengaplikasikan dalam bentuk yang lebih konkret. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik? Percuma saja kita berbicara tentang sebuah masalah [mulai dari kronologis sampai tetek-bengeknya], tanpa mengambil nilai-nilai positif darinya.

Toleransi yang tinggi juga seharusnya diimplementasikan oleh seluruh rakyat di negeri ini [tak terkecuali umat Islam] dengan tidak menistakan agama lain di muka publik. Apalagi, Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki tingkat diversitas [keragaman] yang sangat tinggi. Jadi, janganlah mencoba-coba membuat gesekan-gesekan yang akan menyentuh sensitivitas penganut agama tertentu. Terlebih lagi, mengusik singa yang sedang tidur.

Singapun sangat marah,
Aumannya pun membahana,
Di seantero dunia,
Tikus-tikus lain kembali berencana,
Sebuah masterplan baru yang sukar dirprediksi,
Tapi, singa kembali tidur
Terbuai mimpi akan keindahan di masa lalu,
Sadarlah wahai singa,
Jika bulumu sedang digerogoti.
Iklan

8 Responses to “Kartun Muhammad: Representasi Islamofobia di Indonesia?”


  1. 1 Rian Xavier November 29, 2008 pukul 10:58 pm

    PERTAMAX!

    Hmm.. kalo menurut saya sih. Itu hanya ulah orang-orang ga bertanggung jawab alias pengecut yang hanya ingin blognya masuk BoTD. Apakah tidak ada cara yang lebih halal masuk BoTD? Cape bener melihat orang-orang gitu. Beraninya anonim.

    Lagian perbedaan agama itu seharusnya menjadi kebersamaan kita untuk berbagi ilmu. Semakin besar perbedaan semakin besar ilmunya kan mas?

  2. 2 yosi Desember 1, 2008 pukul 4:09 am

    HAHAHAHA

    HAHAHAHA

    HAHAHAHA

    Setidaknya si Lapotuak brengsek itu tidak membunuh orang tidak bersalah atas nama agama

  3. 3 HeLLs Song Desember 1, 2008 pukul 5:31 am

    hu uh..
    dajjal versi manusia lbh smangat lagi mnyebarkan kedzoliman2…
    karna bagi mereka, itu sangat menyenangkan..

  4. 4 Ordinary Kid Desember 1, 2008 pukul 5:40 am

    Rian Xavier:
    Setuju. Perbedaan haruslah dilihat dari sisi positifnya. Jika selalu melihat dari sisi negatif, maka hancurlah negara ini. πŸ™‚

    yosi:
    Hmm.. Ternyata ada juga orang yang masih mencari pembenaran terhadap tindakan orang-orang yang menistakan agama lain.

    HeLLs Song:
    Yup, biarkan mereka bermain api hingga HeLLs Song (nyanyian neraka) akan merusak telinga mereka. :mrgreen:

  5. 5 bocahkureng Desember 1, 2008 pukul 11:03 am

    Kalo g ditindak pasti deh diulangi lg, kayaknya mereka menganggap umat Islam remeh. Oleh karena itu saatnya Singa itu bangun dan menunjukkan bahwa dirinya singa πŸ™‚

  6. 6 akbarindonesia Desember 1, 2008 pukul 1:08 pm

    mereka belum tahu Islam,
    atau bahkan mereka tahu Islam versi yang salah…

    padahal Islam tidak seperti yang mereka kirakan…
    umat Islam akan marah ketika sesuatu hal yang suci diinjak-injak seperti halnya umat lain…

  7. 7 Ordinary Kid Desember 2, 2008 pukul 10:08 am

    bocahkureng:
    Setuju, kebanyakan umat Islam justru tidak menyadari kalau dirinya singa. 😦
    Semoga peristiwa ini menjadi cermin agar umat Islam melihat bahwa dirinya adalah SINGA, bukan KAMBING. πŸ™‚

    akbarindonesia:
    Setuju, ini tugas kita untuk menampilkan Islam yang indah, Islam yang membawa rahmatan lil alamin. πŸ™‚ Bukan terprovokasi dengan melakukan blunder [lagi], sehingga membuat Islam semakin terpojok.

  8. 8 mancung64 Desember 15, 2008 pukul 3:12 pm

    Tak kenal maka tak sayang, tak sayang makanya tak cinta. Pelajari dulu apa itu islam secara kaffah, spy tdk dpt info yg salah. Islamofobia kan terjd krn tdk tahu ttg islam dg benar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Status

Temporary busy

I'm sorry

Yahoo! Messenger:

der_kaizernism

Column

Tourist Now

Total Tax

  • 9.414 juta
Iklan

%d blogger menyukai ini: