Pengamen Hebat!

Oleh : Ordinary Kid

Hampir setiap hari saya pulang-pergi diantar-jemput oleh bis Mayasari P82 Jurusan Tg.Priok-Depok untuk ngampus. Di kotak besar persegi panjang berwarna biru yang bisa berjalan inilah, saya melihat berbagai fenomena sosial yang merupakan secuil potret sulitnya hidup di Jakarta, mulai dari pedagang asongan, penjaja air mineral, penjual koran, penjual buku-buku bajakan, penjual permen asem, penjual alat-alat aneh multifungsi, sampai pengamen. Tujuan utama mereka hanya satu, mencari sesuap nasi.

Pengamen, ya, profesi yang dianggap rendah yang saya sebutkan terakhir tadi, sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mungkin sebagian dari kita merasa risih dengan kehadirannya, mulai dari terganggunya istirahat kita di dalam bus dengan suara sumbangnya, maksa ngamen padahal bis sudah penuh, sampai suka maksa minta duit kalau tidak dikasih.

Eiittt, jangan salah dulu. Saya justru menemukan fakta yang mengejutkan di balik kehadiran mereka. Meskipun begitu pengamenpun ada jenisnya, yaitu:

1. Pengamen nekat. Pengamen ini biasanya diwakili oleh anak kecil, yang bermodalkan saluran pipa yang dipotong sedemikian rupa lalu ditutup menggunakan semacam karet ban hitam atau segenggam beras yang dimasukkan kedalam botol hingga menghasilkan suara yang tentu saja tidak enak didengar, ditambah lagi dengan nyanyinya yang ngga karuan, liriknya kebolak-balik, mukul alat musiknya asal bunyi -meskipun saya tidak bisa bermain musik-, sampai ingusnya kemana-mana. Lagi-lagu yang dibawakannya gak jauh-jauh dari lagu pop yang lagi temporary booming.

2. Pengamen gitarisme, Pengamen ini merupakan pengamen dengan jumlah mayoritas. Seperti namanya, pengamen ini menggunakan gitar sebagai main weaponnya. Pengamen gitarisme ini ga jauh-jauh dari aliran musik pop atau reggae. Cara bermain gitarnyapun ada yang ngaco, sok jago, sampai mahir. Lagu-lagunya pun juga sama seperti pengamen nekat, hanya lebih baik dalam menyanyikannya.

3. Pengamen jadul. Eitt, jangan terpengaruh dengan namanya. Pengamen ini biasanya adalah bapak-bapak atau anak muda menjelang bapak-bapak yang cukup mahir memainkan gitar. Lagu-lagu yang dibawakannya beraroma 80-90an, seperti lagunya om Ebiet G. Ade, Ahmad Albar, Fariz RM dll. Lumayan enak didenger. Terkadang mereka mampu menciptakan lagu sendiri dengan lirik yang polos.

4. Pengamen inovatif. Sesuai dengan namanya, pengamen ini tidak semata-mata menggunakan gitar sebagai senjata yang umum dipakai sesama rekan seprofesinya. Mereka menambah alat musik yang lebih saya sukai yaitu biola atau harmonika. Lengkingan biola dan harmonika membuat lagu kian hidup, tapi sayang, masih jarang yang mahir dalam memainkannya, masih dalam tahap beginner katanya. Lagu-lagu yang dibawakannyapun umumnya pop.

5. Pengamen hebat. Kategori terakhir ini saya baru menemukannya satu biji. Kaget adalah reaksi pertama ketika saya melihat dan mendengarnya. Pemain hebat ini selalu bergonta-ganti pasangan dalam memainkan musik, terkadang duo gitar atau kombinasi gitar-biola. Pengamen ini sangat mahir dalam memainkan alat musik, mungkin ga kalah sama band-band tanah air yang sudah terkenal. Penampilan mereka layaknya bukan pengamen, cukup rapi. Added value dari pengamen ini adalah kemampuan mereka membawakan lagu-lagu berbahasa Inggris, bahkan sesekali saya pernah mendengarkan mereka membawa lagu berbahasa Spanyol. Incredible !

Iklan

13 Responses to “Pengamen Hebat!”


  1. 1 fantasyforever Oktober 23, 2008 pukul 3:47 am

    Hmm.. Belum pernah lihat yang nomer 5. :mrgreen: salam kenal ^^

  2. 2 Ical Oktober 24, 2008 pukul 7:55 am

    pengamen no5 sudah sulit dicari. tapi kalo di Malioboro, Jogja, pengamen macam ini masih banyak. walaupun sudah dikasih uang di tengah lagu, dia tetap nyanyi sampai lagunya selesai..hmm, benar2 profesional.

  3. 3 Ordinary Kid Oktober 25, 2008 pukul 3:01 pm

    @ fantasyforever : iya, memang tergolong langka spesies pengamen seperti ini. Jadi mudah”an jangan sampai punah.

    *Ngaco

    @ ical : Oh disana banyak ya, wah bener” hebat.

  4. 4 Putra Oktober 25, 2008 pukul 8:33 pm

    waw! pernah ketemu yang kayak gini.. gue aja blumm… rata2 tuh ya yang 4 diatas itu…

  5. 5 Xaliber von Reginhild Oktober 28, 2008 pukul 8:09 am

    Yang nomor 5 itu ada di warung seafood 69. 😀

  6. 6 reatheryan Oktober 29, 2008 pukul 12:23 pm

    wah butuh berapa lama penelitiannya mas–ups kan yang tua aku :lol:?

    tapi pengen nie ketemu si pengamen no 3 😛

  7. 7 Ordinary Kid Oktober 30, 2008 pukul 12:38 pm

    @Putra: Iya, memang langka. Saya juga baru ketemu satu biji.

    @Xaliber von Reginhild: warung seafood 69?! Dimana tuh?

    @reatheryan: baru 3 bulan. sebenarnya sih penge direvisi lagi, karena ada temuan baru lagi. Tapi, karena postingan ini ngga penting, jadi males de.. Pengamen no.3?! Saya sering ketemu ko..

  8. 8 sarahtidaksendiri Oktober 30, 2008 pukul 3:04 pm

    blm pernah nemu pengamen yg nmr 4 n 5…klo ada boleh lah, nanti Qkontrak ..hehehe

  9. 9 fantasyforever November 25, 2008 pukul 12:28 am

    Wedew.. Jangan sampe punah? Hehehe. Biasanya pengamun jujur saja (maap) menganggu saya. Soalnya mereka terkadang suka seperti preman sih..

  10. 10 Ordinary Kid November 25, 2008 pukul 3:28 pm

    @sarahtidaksendiri:
    Kontrak jadi apa nih mbak? Pembantu atau suami? :mrgreen:

    @fantasyforever:
    Iya memang. Tapi kebetulan bis yang saya tumpangi jurusan Priok. Maklum, mereka sudah paham orang-orang Priok seperti apa. 🙂 Jadi, jarang bahkan saya belum liat yang berani macem-macem.

  11. 11 aviana Desember 1, 2008 pukul 12:19 pm

    Wah, ada sedikit cerita nih. Dulu waktu naek kereta ke purwokerto, sembari memejamkan mata karena ngantuk, saya mendengar suara pengamen yang mirip banget sama lobow. Main gitarnya pun keren. Atau jangan2 emang dia y? Hehe.
    Pengen deh ketemu sama pengamen no.5. Pasti keren.

    Salam kenal y..^^

  12. 12 lita10 Desember 5, 2008 pukul 4:55 am

    eh tapi ada pengamen kreatif bukan hanya dari alat musik mereka yang banyak jenisnya loh, tapi ada juga yang dibikin kreatif pake suara mereka sendiri.
    maksudnya, ada dua orang pengamen. pengamen 1 main musik terus nada 1 dan pengamen 2 nada 2. terus mereka nyanyi dengan saut-sautan gitu. lucu deh dan malah jadi bagus banget bukan aneh.

  13. 13 Ordinary Kid Desember 5, 2008 pukul 5:58 am

    @ Aviana:
    Hmm.. Mana mungkin dia ngamen di kereta?! 🙂

    Sama-sama, salam kenal 🙂

    @ lita10:
    Oooo, acapella..
    Yup, menggunakan suara hingga menyerupai alat musik.
    Saya juga suka. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Status

Temporary busy

I'm sorry

Yahoo! Messenger:

der_kaizernism

Column

Tourist Now

Total Tax

  • 9.414 juta
Iklan

%d blogger menyukai ini: